Liga 1, Perseru Harus Pindah Sementara dari Marora

Perseru Serui harus pindah markas sampai kandang mereka saat ini, Stadion Marora, selesai dipugar dan dinyatakan layak untuk digunakan di Liga 1 2018.
Newswire | 17 Maret 2018 10:18 WIB
Pertandingan Perseru Serui versus PS TNI. - Antara/M. Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) menginstruksikan Perseru Serui agar pindah markas sampai kandang mereka saat ini, Stadion Marora, selesai dipugar dan dinyatakan layak untuk digunakan di Liga 1 2018.

"Statusnya belum layak. Oleh karena itu, Perseru harus pindah dahulu sebelum semua perbaikan stadion selesai dilakukan," kata Direktur Operasional PT LIB Tigorshalom Boboy.

Tigor menyebut Stadion Marora di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, memerlukan banyak renovasi mulai dari lampu, ruangan, termasuk ruang ganti dan pagar.

Dia menjelaskan PT LIB selaku operator liga memiliki standar kelayakan stadion yang harus dipatuhi oleh semua peserta Liga 1 2018 karena seluruh tim memiliki kewajiban yang sama, tidak satu pun klub yang bisa mendapatkan toleransi atau kelonggaran terkait infrastruktur stadion dengan alasan apa pun.

"Di sepak bola kita harus menyingkirkan isu-isu lain di luar olahraga seperti politik, satu-satunya hiburan di tempat itu, dan sebagainya. Kita tidak masalah dengan hal itu, tetapi untuk hal ini ada standar yang harus dipenuhi dan itu sama untuk setiap tim," tutur Tigor.

Perseru Serui sendiri berkeras ingin tetap bermarkas di Stadion Marora pada musim 2018 meski stadion tersebut belum memenuhi syarat kelayakan dari operator liga PT LIB.

Berbeda dengan LIB yang menyebut beberapa hal masih perlu direnovasi, manajer Perseru Serui Kilion Imbiri mengklaim kekurangan Stadion Marora hanya fasilitas lampu yang membuat stadion itu tidak bisa menggelar pertandingan pada malam hari.

"Kami tetap bermain kandang di Stadion Marora. Namun, kami mengusulkan agar pertandingannya digelar sore hari," kata Kilion.

Pihak Perseru menyebut lampu-lampu stadion akan ditambahkan dengan lampu yang dipesan dari China sehingga daya pancarnya meningkat sampai 1.200 lux.

Perseru menargetkan renovasi tersebut segera selesai dan bisa digunakan saat Ramadan pada Mei-Juni 2018.

Salah satu alasan mengapa Perseru ingin bertahan di Marora adalah agar pertandingan sepak bola rutin bergulir di Yapen dengan alasan olahraga ini dianggap hiburan rakyat yang mempersatukan masyarakat di daerah tersebut.

"Kami sudah menyampaikan ini kepada pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan semoga dipertimbangkan," ujar Kilion.

Liga 1 2018 mulai berlangsung pada Jumat 23 Maret dan dijadwalkan selesai pada 9 Desember 2018.

Laga pembuka Liga 1 mempertandingkan juara Piala Presiden 2018 Persija Jakarta melawan juara Liga 1 2017 Bhayangkara FC dan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Sumber : Antara

Tag : Liga 1
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top