Prediksi Barcelona Vs Chelsea: Conte Pakai Taktik Bertahan Lagi

Prediksi Barcelona Vs Chelsea: Conte Pakai Taktik Bertahan Lagi
Newswire | 14 Maret 2018 11:46 WIB
Pelatih Chelsea Antonio Conte - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah dua dari empat klub Liga Primer Inggris yang terhenti langkahnya di Liga Champions Eropa pada babak 16 besar. Kamis dinihari nanti, 15 Maret 2018, Chelsea akan berjuang di kandang Barcelona, Stadion Camp Nou, untuk mengikuti jejak Liverpool dan Manchester City yang melaju ke perempat final.

Dua wakil Inggris yang lolos ke putaran delapan besar kejuaraan utama antaklub Eropa itu adalah mereka yang dikenal biasa menampilkan permainan sepak bola menyerang. Adapun Chelsea dinihari nanti adalah wakil terakhir dari tipe pemainan klub Inggris yang tampil cenderung lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Satu wakil lain dari Inggris yang memiliki pendekatan hampir sama dengan Chelsea adalah Manchester United (MU) di bawah asuhan Jose Mourinho. Rabu dinihari tadi, 14 Maret, di kandang sendiri, Old Trafford, anak-anak asuhan Mourinho dikalahkan Sevilla 2-1 pada laga kedua sehingga MU tersingkir karena sebelumnya hanya bermain 0-0 di Spanyol.

Adapun pekan lalu, Tottenham Hotspur yang bermain jauh lebih terbuka dibandingkan MU dan memang punya ciri khas menyerang kalah pengalaman dari Juventus. Setelah mampu mengimbangi lawan 2-2 di Turin, di Wembley, Tottenham diperdayai Juventus 2-1.

Menyadari lawannya, Barcelona, sangat dominan jika diladeni dengan bermain sama-sama menyerang dan punya superbintang, Lionel Messi, pelatih Chelsea, Antonio Conte, mulai mencoba menerapkan taktik bertahan dan serangan balik saat menghadapi Manchester City pada pertemuan mereka yang terakhir di Liga Primer Inggris 2018.

Dengan menempatkan lebih banyak pemain di daerah permainan sendiri dan hanya  meninggalkan Eden Hazard –pemain gelandang yang “dipaksa” menjadi penyerang tengah-, Chelsea sukses menahan Manchester City 0-0 pada babak pertama.

Tapi, pada babak kedua, City mantan asuhan pelatih Barcelona, Pep Guardiola, bisa menjebol gawang Chelsea sekali. Banyak pengamat sepak bola Inggris mencela taktik Conte saat itu.

Taktik tersebut mengingatkan pada sistem pertahanan sepak bola Italia era dulu dengan sistem ala gerendel dan disebut catenaccio.

Tapi, Conte, yang asal Italia, melawan kritikan tersebut dan mengatakan, “Adalah hal yang bodoh, jika kami bermain terbuka menghadapi City yang sedang di puncak permainannya,” sebagaimana dikutip sejumlah media di Inggris.

Dengan memerintahkan Hazard bertindak seolah-olah sebagai penyerang tengah atau target man dalam taktik yang biasa disebut false nine, Conte juga sukses membuat Barcelona kewalahan pada pertemuan pertama di Stadion Stamford Bridge, London.

Meski setelah pertandingan, Hazard mengeluh  jarang mendapat dan mengolah bola, tapi dengan taktik tersebut, perhatian pemain belakang Barcelona terbagi kepada bintang gelandang Chelsea dan tim nasional Belgia itu.

Hal tersebut memberikan ruang celah buat Willian untuk beraksi dan membuat Chelsea bisa memimpin 1-0 sebelum disamakan oleh Lionel Messi.

Dalam beberapa hari terakhir, Conte dikabarkan mencoba beberapa formasi sebelum mereka bertolak ke Barcelona, Selasa, 13  Maret 2018. Tapi, taktik false nine atau false 9 kemungkinan besar akan diterapkan lagi oleh Conte dinihari tadi.

Hazard “digantung” di depan untuk berperan sebagai pemain nomor punggung 9 yang identik dengan sosok penyerang tengah atau ujung tombak. Di belakangnya ada lima pemain yang siap menyempitkan ruang lawan di lini tengah sebelum menghadapi kuartet lini belakang.

Kemungkinan Hazard tidak lagi bermain bebas dari sayap lini tengah, seperti ketika Chelsea mengalahkan Crystal Palace 2-1 pada partai terakhir Liga Primer Inggris, juga dipengaruhi fakta adanya krisis ujung tombak yang andal di The Blues saat ini.

Olivier Giroud maupun penyerang tengah sebelumnya yang sudah ada di Chelsea, Alvaro Morata, sama-sama masih tumpul, sebagaimana terlihat pada penampilan terakhir Chelsea yaitu melawan Crystal Palace.

Chelsea harus menang di Camp Nou agar bisa lolos ke perempat final. Mereka sudah pernah berhasil membikin kejutan di kandang kebesaran Barcelona itu pada 2012 ketika sontekan Fernando Torres pada menit-menit terakhir membuat Barca tersingkir di semifinal.

Tapi, faktor Messi dan mungkin juga, Andres Iniesta, akan membuat tim tuan rumah asuhan pelatih Ernesto Valverde sering memiliki kekuatan lebih. Adalah Messi juga yang menghentikan laju keperkasaan Atletico Madrid dalam La Liga Spanyol musim ini pada laga di sana dengan tendangan bebasnya.

Sumber : Tempo

Tag : chelsea, barcelona
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top