PIALA AFF 2017: Kartu Merah, Saddil dan Para Penghujat

Nama Saddil Ramdani mencuat. Tapi bukan karena mencetak gol. Saddil, mantan gelandang Timnas U-23 di SEA Games XXIX/2017 di Myanmar, kini menjadi pusat perbincangan banyak orang. Terutama Netizen.
Martin Sihombing | 16 September 2017 01:26 WIB
Saddil Ramdani - instagram saddil

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Saddil Ramdani mencuat. Tapi bukan karena mencetak gol. Saddil, mantan gelandang Timnas U-23 di SEA Games XXIX/2017 di Myanmar, kini menjadi pusat perbincangan  banyak orang. Terutama Netizen.

Pemicunya saat dia menyikut  dada pemain Thailand Wudtichai Kumkeam. Awalnya, menjelang babak pertama semifinal Piala AFF U-18 2017 Indonesia melawan Thailand, dengkul Wudtichai yang melompat di belakang Saddil untuk berebut bola,  mendarat telak di punggung Saddil. Reflek, setelah melihat siapa yang melakukan, Saddil melayangkan sikutnya sambil memutar badan ke dada Wuttichai, yang kemudian jatuh.

Wasit, setelah berdialog dengan asisten wasit, memutuskan memberikan Saddil --yang baru beberapa saat masuk menggantikan Febry Eka Putra--kartu merah. Di babak kedua, Indonesia pun bermain dengan 10 orang.

Saddil Ramdani meminta maaf melalui snapgramnya. Copyright: www.instagram.com/saddilramdani76

Aksi Saddil sangat disayangkan. Saddil sepatutnya tidak membalas perlakuan kasar Wudtichai dengan tindakan 'brutal'. Jika Saddil tidak suka diperlakukan buruk di lapangan, dia sebaiknya memberikan respek yang bijak, bukan  dengan perilaku kasar seburuk perbuatan Wudtichai padanya.

 Kalau saja Saddil cerdik, saat dengkul Wudtichai mendarat di punggungnya, Saddil  menjatuhkan diri dan mengerang kesakitan. Dengan begitu, bukan tidak mungkin, Wudtichai yang akan menerima ganjaran dari wasit. Bisa berupa kartu merah.

Saddil justru mambalas dengan sikap tak elok. Tak ayal, sikap Saddil yang merugikan Indonesia, ditanggapi dengan beragam cuitan di media sosial. "Dear Saddil Ramdhani, i'm not an football expert or pro player but i could say what you doin is pure stupid," tulis akun @dovanpriyasmara.

"Saddil Ramdani, from heroes to public enemy," tulis akun Hafiz Pratama‏. "Saddil coret!!!" tulis akun @danivalliant.  "Saddil...belajar lg tahan emosi anak muda," tulis akun Dedy Hendranto.

Ya semua orang sakit. Sakit hati. Tapi, menghujat Saddil bukan sikap yang baik. Artinya, jika kita tidak suka dengan cara Saddil membalas kejahatan yang dilakukan pemain Thailand, kenapa kita justru memperlihatkan sikap yang  esensinya  sama dengan 'menyikut' sebagai pembalasan?  

Toh Saddil pun sudah meminta maaf dan mengakui itu bukan sikap pemain bola yang baik.

"Saya pribadi meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas perilaku saya yang merugikan tim ini. Saya benar-benar refleks atas tindakan saya karena kaget dilutut dari belakang," ujar saddil lewat akun Instagram pribadinya.

Semoga peristiwa itu membuat Saddil tumbuh bukan hanya menajdi pemain yang hebat, tapi lebih bijak dalam menyikapi perlakuan kasar pemain lawan sehingga tidak merugikan tim.

Tag : piala aff
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top