Hadapi Liga 2, Persita Tangerang Pacu Kualitas Stamina Pemain

Persita Tangerang mematangkan latihan fisik dan teknik para pemain menjelang kompetisi Liga 2 yang rencananya dimulai pada pertengahan April 2017.
Newswire | 31 Maret 2017 21:13 WIB
Para Ilustrasi latihan sepak bola - Antara

Bisnis.com, TANGERANG - Persita Tangerang mematangkan latihan fisik dan teknik para pemain menjelang kompetisi Liga 2 yang rencananya dimulai pada pertengahan April 2017.

"Selama ini pemain agak kedodoran masalah fisik maka perlu kerja keras untuk menambah agar stamina lebih prima," kata pelatih Persita Bambang Nurdiansyah di Tangerang, Banten, pada Jumat (31/3/2017).

Bambang mengatakan latihan fisik di antaranya berupa kecepatan, ketahanan maupun daya juang ketika berhadapan dengan lawan di lapangan.

Hal itu penting dilakukan karena bila pemain tetap prima, jika terjadi perpanjangan waktu pertandingan, mereka tidak merasa kelelahan.

Setelah fisik pemain bugar, kemudian dilakukan latihan teknik agar tiap pemain dapat menguasai bola dengan baik dan bekerja sama dengan pemain lainnya.

Selama dua kali pertandingan persahabatan jelang kompetisi menghadapi Persija Jakarta dan Persika Karawang, mayoritas pemain mengalami kelelahan.

Dia mengatakan pemain lini depan tidak dapat menciptakan gol, padahal sudah banyak peluang dan pengiriman bola oleh pemain tengah.

Sedangan kedua pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol, padahal banyak peluang untuk membobol gawang lawan.

Untuk itu, pihaknya melakukan evaluasi bahwa kekuatan fisik merupakan hal yang harus diperbaiki termasuk teknik pengiriman bola.

Meski begitu, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemain lini belakang yang mampu menghadang pergerakan lawan, maka gol dalam pertandingan itu tidak mampu tercipta.

Sementara itu, Manajer Persita, Ari Wibawa mengatakan pihaknya mendapatkan sponsor utama untuk membiayai kompetisi Liga II karena selama ini sempat mengalami kendala keuangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Liga 2, persita

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Top