Persib ke Markas PSMS Medan, Ini Kenangan & Strategi Supardi Nasir

Bek Persib Supardi Nasir Bujang optimistis skuat Maung Bandung bisa meredam perlawanan PSMS Medan yang kental dengan tipikal permainan kerasnya.
M. Syahran W. Lubis | 25 Maret 2017 18:43 WIB
Supardi Nasir Bujang - Persib.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Bek Persib Supardi Nasir Bujang optimistis skuat Maung Bandung bisa meredam perlawanan PSMS Medan yang kental dengan tipikal permainan kerasnya.

Uji tanding yang akan dilakoni tim asuhan Djadjang Nurdjaman pada Minggu (26/03/2017) di Stadion Teladan Medan, memang menjadi ajang nostalgia Supardi yang sempat merumput bersama PSMS Medan (2006-2008). Karenanya, dia menilai karakter permainan keras PSMS tetap terlihat siapa pun pelatihnya.

Namun, pemain kelahiran Bangka tersebut ternyata punya antisipasi akan hal itu. "Sepakbola itu harus punya intelegensi yang bagus," ungkapnya sebagaimana dilansir website resmi Persib.

"Karakter permainan Medan memang keras, mereka akan tetap ngotot. Tapi bagaimana mereka bisa bermain keras kalau kita yang menguasai bolanya," kata Supardi menjelaskan.

"Jadi ya kita nanti main enjoy saja, menikmati permainan. Kita harus mendominasi," lanjutnya.

Bagi Supardi sendiri, kunjungan Persib ke markas PSMS seperti menyusuri kenangan perjalanan kariernya. Hal itu tak lepas karena peran PSMS yang menempa bek yang memulai karier di PS Palembang tersebut.

Menurutnya, tim berjuluk Ayam Kinantan itulah yang membuat mentalnya terasah untuk menjadi pesepak bola profesional. "Terus terang Medan tetap membekas dalam hati aku."

"Aku mulai dapat bermain yang nyaman di Medan, bukan bersama PSPS Pekanbaru (klubnya sesudah PSMS), walaupun setelahnya di PSPS aku mulai jadi pemain inti selama satu tahun dan tak tergantikan," katanya berkisah.

Antusias sudah pasti dirasakan oleh Supardi menghadapi laga lawan PSMS. Menurutnya, pertandingan duel klasik yang sesungguhnya bagi Persib adalah kontra PSMS, meskipun banyak yang memandang dengan tim lain saat ini. Dipastikan laga tersebut akan berlangsung seru.

"Pertandingan El Clasico yang sebenarnya Bandung dan Medan. Seingat aku, dulu gairahnya besar saat dua tim ini bertemu, jadi memang beda animonya," kata pemain 33 tahun itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
persib, psms, Liga 1, Liga 2

Sumber : Persib.co.id

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top