Ribuan Bonek Tunduk pada Gadis Cilik 10 Tahun

Usianya baru 10 tahun. Tapi gadis ini mampu membuat ribuan pendukung klub Persebaya Surabaya atau yang dikenal sebagai Bonek tunduk dan mengikutinya.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 03 Agustus 2016  |  17:39 WIB
Ribuan Bonek Tunduk pada Gadis Cilik 10 Tahun
Ratusan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (2/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Usianya baru 10 tahun. Tapi gadis ini mampu membuat ribuan pendukung klub Persebaya Surabaya atau yang dikenal sebagai Bonek tunduk dan mengikutinya.

Tiap ia berteriak, "Salam satu nyali" maka ribuan Bonek akan mulai bernyanyi mengangkat semangat tim Persebaya 1927 di lapangan.

Nama gadis ini Rara Medusa, ia menjadi dirigen yang bertugas memimpin para Bonek menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk tim. Meski masih kecil ia tak pernah gugup berdiri di depan Bonek yang kebanyakan lelaki itu.

“Kalau wajah saya memang sangar Mbak, tapi soal berdiri di depan ribuan Bonek, wah nggak bisa lah seperti Rara,” ungkap ayah Rara yang akrab disapa Umar Piton, 39 tahun.

“Rara gak pernah sekalipun takut atau gugup. Jadi dirigen juga awalnya dia yang mau.”

Tiap menjadi dirigen penampilan Rara lengkap dengan kaos hijau berlogo Persebaya, gelang, jam, kalung, dan syal hijau. Gadis cilik ini mulai menjadi dirigen tahun 2015 lalu saat duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar.

Karena sejak kecil sudah sering diajak Umar menonton bola bersama kedua kakaknya, Rara pun mau ketika ditawari menjadi dirigen atau ketua pemandu sorak tim sepak bola yang berciri khas warna hijau itu.

Melintasi Lapangan

Panggilan “Ratu Bonek Persebaya” pun kini sudah melekat dengan dirinya. “Rara ini satu-satunya yang boleh masuk melintasi lapangan saat pertandingan. Pemain Persebaya juga banyak nih, yang minta foto sama Rara.

Saat para Bonek menggeruduk Jakarta kemarin, Rara tak mau ketinggalan. Ia ikut bersama gelombang ribuan Bonek yang tiba di Ibu Kota di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016).

Bersama sang ayah, Rara ikut memperjuangkan agar tim kesayangan mereka, Persebaya 1927 bisa masuk kompetisi divisi utama PSSI.

Rara dan rombongan kemudian berkumpul dengan para Bonek lainnya yang sudah lebih dulu datang di Stadion Tugu, Jakarta Utara.

Jadi Artis

Sejak menjadi dirigen cilik, nama Rara pun mulai banyak dikenal orang. Ia juga berkesempatan bertemu dengan beberapa artis Tanah Air.

 "Cita-citaku mau jadi artis," kata Rara.

Selain menjadi dirigen pemimpin chant Bonek, Rara juga sering melakukan pertunjukan sulap. Umar, sang ayah, mengaku mulai mengajari Rara bermain sulap sejak masih duduk di Taman Kanak-Kanak.

“Saya ini kerja sebagai supplier proyek dan juga sering jadi Event Organiser (EO) proyek itu, nah sebagai EO saya sering buat acara sulap. Ada sulap klasik, kadang sulap fakir,” kata Umar menjelaskan awal mula ketertarikan Rara pada dunia sulap.

“Ini kemarin saat ketemu Pak Kapolrestabes (Surabaya) Iman Sumantri, Rara buat bunga kertas yang kemudian disulap jadi bunga beneran.”

“Abis itu dikasih uang 100 ribu, hehehe” kata Rara sambil tertawa.

Beberapa aksi sulap Rara sudah diunggah di Youtube dengan kata kunci Rara Medusa. Salah satu video menampilkan aksi Rara melakukan sulap fakir, yaitu menusukkan jarum panjang ke lidahnya. Umar juga menjelaskan Rara beberapa kali melakukan aksi dengan ular besar, salah satunya saat dia membawa ular piton besar dalam pawai Persebaya.

“Di rumah kami juga pelihara kadal Afrika dan biawak. Pokoknya hewan reptil, lah,” kata pria berambut gondrong itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bonek

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top