Suporter Persija Tewas: Jakmania Doakan Fahreza

Suporter tim Persija atau lebih dikenal dengan Jakmania di areal Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2016) malam mengirim doa untuk salah satu rekannnya yaitu Muhammad yang meninggal dunia karena diduga mendapatkan intimidasi dari petugas keamanan saat akan menonton sepak bola.
Newswire | 17 Mei 2016 03:40 WIB
Suporter Persija - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Suporter tim Persija atau lebih dikenal dengan Jakmania di areal Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2016) malam mengirim doa untuk salah satu rekannnya yaitu Muhammad yang meninggal dunia karena diduga mendapatkan intimidasi dari petugas keamanan saat akan menonton sepak bola.

Apa yang dilakukan oleh suporter dengan warna kebesaran oranye ini dengan menyalakan lilin dan menabur bunga ini adalah sebuah bentuk solidaritas serta sebagai bentuk bela ungkawa atas meninggalnya rekan mereka.

Tidak hanya berdoa, aksi Jakmania ini juga didukung dengan beberapa poster dengan berbagai tulisan.

Terlihat dengan jelas, salah satu poster yang dibawa oleh Jakmania bertuliskan " REST IN PRIDE FAHREZA". Selain itu ada juga poster yang bertuliskan "Selamat Jalan Fahreza #usuttuntas!!!" Poster ini terpampang di Pintu IV stadion terbesar di Indonesia ini.

Ketua Umum Jakmania Richard Ahmad di sela pelaksanaan tabur bunga mengatakan, pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya Fahreza. Pihaknya juga meminta meminta kepada semua pihak untuk membantu proses pengusutan hingga tuntas masalah ini agar keadilan bisa terjadi di Negara Republik Indonesia.

"Kami meminta kepada semua pihak agar turut serta secara aktif di dalam proses pengusutan kejadian ini agar semuanya berjalan lancar. Kami juga meminta panpel Persija Jakarta untuk melakukan evaluasi terhadap koordinasi dan kerja sama dengan pihak keamanan pada saat menyelenggarakan pertandingan kandang. Kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi," katanya.

Muhammad Fahreza adalah suporter fanatik Persija berusia 16 tahun yang merupakan warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia meninggal dunia, Minggu (15/5/2016) setelah sebelumnya menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit (RS) Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

Pemuda 16 tahun ini terpaksa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami penganiayaan saat akan melihat secara langsung pertandingan antara tuan rumah Persija melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (13/5/2016). Hanya saja, nyawa suporter tersebut tidak bisa tertolong.

Meninggalnya salah satu Jakmania ini juga mendapatkan perhatian dari Menpora Imam Nahrawi. Orang nomor satu di Kemenpora ini juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Pihaknya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Bahkan, pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu mengimbau masyarakat untuk member kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas penyebab kematian Muhammad Fahreza yang saat ini jasadnya telah dikebumikan di TPU Ciganjur.

Tidak hanya Menpora, meninggalnya Fahreza juga mendapatkan perhatian dari manajemen dan pemain Persija. Bahkan beberapa pemain seperti sang penjaga gawang klub yang berjuluk Macan Kemayoran yaitu Andritany Ardiyasa juga melayat ke rumah korban. 

 

Sumber : Antara

Tag : persija
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top