Menghina Blanc, Aurier ke Persidangan Disiplin

Bek PSG yang sedang terkena skors, Serge Aurier, mengikuti persidangan disiplin. Dia menantikan hukumannya akibat melecehkan pelatih Laurent Blanc melalui video di media sosial.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 23 Februari 2016  |  08:41 WIB
Menghina Blanc, Aurier ke Persidangan Disiplin
Serge Aurier - Reuters/Eddie Keogh

Bisnis.com, JAKARTA - Bek klub juara Liga Prancis Paris Saint-Germain (PSG) yang sedang terkena skors, Serge Aurier, mengikuti persidangan disiplin. Dia menantikan hukumannya akibat melecehkan pelatih Laurent Blanc melalui video di media sosial.

"Sang pemain menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan komentarnya di media sosial, pada malam 13-14 Februari, komentar-komentar yang jelas dikutuk klub dan membuatnya dipanggil untuk menghadiri persidangan disiplin oleh klub serta diskors sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," demikian bunyi pernyataan yang dirilis PSG pada Senin sore waktu setempat (22/2/2016).

Tetapi, manajemen PSG, juara empat trofi domestik Prancis sepanjang musim lalu, menolak untuk mengatakan kapan hukuman yang baru akan dijatuhkan.

Aurier tampil pada video di media sosial Periscope Saat itu dia melontarkan pelecehan homofobia terhadap Blanc dan juga terlihat melecehkan sejumlah rekan setimnya.

Laporan-laporan di Prancis mengindikasikan bahwa bek Timnas Pantai Gading itu kemungkinan tidak memperkuat PSG lagi. Klub ibu kota itu akan berupaya menjualnya pada musim panas dengan potongan harga.

Pemain berusia 23 tahun itu berlatih sendirian di Jenewa, Swiss, di mana agennya Stephane Courbis bermarkas, menurut Le Parisien.

Aurier dapat dipecat oleh PSG, namun dirinya terbantu dalam beberapa hari terakhir oleh rekan setimnya Blaise Matuidi, yang mengatakan pada akhir pekan bahwa klubnya "memerlukan dia, entah di dalam atau di luar lapangan."

Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) divisi Afrika juga berharap PSG tidak memberi hukuman yang sangat berat.

"Sambil menjaga citra klub dan menandai otoritas para direktur dan pelatih, masa depan Serge Aurier, sebagai pemain dan sebagai manusia, semestinya tidak dikompromikan, hanya karena dia lupa dalam 2 atau 3 menit bahwa ia memiliki kewajiban-kewajiban terhadap pelatih dan rekan-rekan setimnya," demikian pernyataan FIFPro.

Pemain yang turut membawa Timnas Pantai Gading menjuarai Piala Afrika awal tahun lalu itu bergabung dengan PSG melalui kesepakatan peminjaman dari sesama klub Ligue 1 Toulouse pada 2014 dan kemudian pindah permanen pada musim panas selanjutnya, demikian dilaporkan AFP dan dikutip Antara.

Sementara itu, sebagaimana ditulis EuroSport, Laurent Blanc sendiri mengkritik generasi sepak bola masa kini selepas munculnya kasus Aurier, yang juga menghina rekan setimnya, Angel di Maria dan Zlatan Ibrahimovic.

“Itu perbuatan yang sangat buruk. Anda bebas bicara, kita menjalankan demokrasi. Tapi saya yang menjamin anak ini (Aurier) 2 tahun lalu, sehingga dia bisa datang ke sini. Tapi, ternyata beginilah caranya mengucapkan terima kasih. Ini menyedihkan,” kata Blanc.

Pada generasi saat ini, lanjut pelatih berusia 50 tahun yang sebagai pemain ikut mengantar Prancis juara Piala Dunia 1998 itu, banyak orang yang tidak sungkan meminta maaf. “Tapi mestinya berpikir dulu (sebelum berbuat sesuatu), sehingga mereka tak perlu menghabiskan waktu untuk meminta maaf.”

Aurier telah meminta maaf atas tindakan bodohnya dan mengakui bahwa itu merupakan ‘perilaku yang benar-benar konyol”.

Blanc menambahkan, “Dia telah menghukum dirinya sendiri dan dia akan berurusan dengan konsekuensinya. Mestinya dia bisa bersiap menghadapi 16 besar Liga Champions, tapi kini malahan dia harus tinggal di rumah. Yang tidak bisa saya tolerir, kejadian ini pada akhirnya merugikan klub juga.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
psg, Timnas Pantai Gading

Sumber : EuroSport & Antara/AFP

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top