Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BARCELONA: Enrique Tegaskan Tak Pinjamkan Arda Turan

Pelatih FC Barcelona Luis Enrique menolak masukan agar meminjamkan Arda Turan sepanjang pemain itu belum bisa diturunkan pada paruh pertama musim 2015-2016 karena Barca masih harus menjalani hukuman tak boleh mentransfer pemain hingga awal tahun depan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 21 Juli 2015  |  22:39 WIB
Arda Turan - Daily Post
Arda Turan - Daily Post

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih FC Barcelona Luis Enrique menolak masukan agar meminjamkan Arda Turan sepanjang pemain itu belum bisa diturunkan pada paruh pertama musim 2015-2016 karena Barca masih harus menjalani hukuman tak boleh mentransfer pemain hingga awal tahun depan.

Barca menerima hukuman itu dari Federation Internationale de Football Association (FIFA) akibat dianggap melanggar regulasi pentransferan lima pemain di bawah umur. Akibatnya, Arda Turan yang baru diboyong dari Atletico Madrid belum bisa bermain selama 6 bulan pertama kehadirannya di Barca.

Gelandang serang Timnas Turki itu bergabung dengan raksasa Katalan tersebut pada awal Juli ini dengan dana transfer awal sebesar 34 juta euro dengan kontrak berdurasi hingga 5 tahun ke depan. Namun, efektif pemanfaatan jasanya praktis hanya 4,5 tahun, karena selama 6 bulan pertama tak bisa bermain.

Dengan masih berlakunya hukuman FIFA itu, sempat muncul usulan agar Arda Turan—bersama Aleix Vidal yang didatangkan dari Sevilla juga pada jendela transfer musim panas ini—dipinjamkan dulu selama 6 bulan ke klub lain demi menjaga ritme bermain mereka.

“Mereka (Turan dan Vidal) tak bisa main sampai Januari dan itu tidak nyaman bagi kami, namun kami tidak mempertimbangkan untuk meminjamkan Arda Turan,” kata Enrique.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Barcelona atletico madrid

Sumber : Soccerway

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top