Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prediksi Chelsea Vs Man City: Ini Kelemahan The Blues dan City yang Bisa Dieksplorasi

Prediksi Chelsea Vs Man City: Ini Kelemahan The Blues dan City
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  14:57 WIB
Cesc Fabregas dan Jose Mourinho - www.telegraph.co.uk
Cesc Fabregas dan Jose Mourinho - www.telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Dua tim teratas Chelsea dan Manchester City akan bertemu di Stamford Bridge akhir pekan ini, disebut-sebut sebagai laga penentuan siapa yang akan merebut gelar Barclays Premier League. Adrian Clarke mencermati seperti apa laga yang akan dipertontonkan oleh Chelsea dan Manchester City.

City kalah 2-1 di pertemuan terakhir mereka dari Chelsea, tetapi gol yang mereka cetak hari itu dapat menjadi Inspirasi. Dengan menerobos di antara dua bek, Sergio Aguero berlari setelah menyambut operan pendek dan meluncur di belakang empat defender Chelsea sebelum mencetak gol.

Ketika empat defender Chelsea sedikit maju kedepan dan tim tamu sedang menguasai bola, waspadailah Aguero yang dengan tiba-tiba akan menusuk di belakang pertahanan.

Kurangnya kecepatan Chelsea pusat pertahanan telah menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir.

Liverpool, Tottenham Hotspur, Southampton dan Newcastle United semuanya menyulitkan Cesc Fabregas, John Obi Mikel, John Terry dan Gary Cahill dengan gerakan tajam dan kecepatan lari yang baik. Nemanja Matic adalah pemain yang luar biasa tetapi tidak dapat selalu diandalkan pada setiap situasi.

Dengan Fabregas yang diragukan tampil, Jose Mourinho mungkin akan memasukan pemain gesit Ramires, sementara Kurt Zouma adalah alternatif dengan kecepatan yang lebih baik untuk menggantikan Cahill di lini pertahanan, dalam menghadapi serangan City.

Apakah dia akan mulai di depan sendirian atau berduet, Aguero tetap akan mencari ruang. Ketika Chelsea menekan dengan tinggi di lapangan, mereka harus waspada terhadap kecepatannya yang dapat menyusuri lebar lapangan dan masuk ke jantung pertahanan, namun sebaliknya jika mereka turun terlalu dalam, striker lawan akan berbalik menekan mereka di garis pertahanan.

City kurang percaya diri saat bertahan pada situasi bola mati, kebobolan tiga gol dari bola-mati dalam pertandingan BPL secara beruntun. Pemain Sunderland Jack Rodwell mencetak gol sundulan dari tendangan penjuru pada tanggal 1 Januari, Steven Naismith mengalahkan Joe Hart dengan tandukannya saat menyambut tendangan bebas Leighton Baines di Goodison Park, sementara Olivier Giroud menghukum kendurnya pertahanan City dan mengkonversi tendangan bebas Santi Cazorla bagi Arsenal. Jika pasukan Manuel Pellegrini tidak lebih terorganisir dan lebih disiplin akhir pekan ini, tentunya Chelsea akan mengambil keuntungan.

Chelsea telah mengemas 11 gol di liga dari situasi bola-mati musim ini (22% dari total). Dengan Fabregas, Willian dan Eden Hazard secara konsisten menempatkan bola ke daerah yang tepat yang dapat manambah catatan mereka.

Bahkan saat mereka tidak memenangkan sundulan pertama, pemimpin sementara telah mencetak sejumlah gol dari "bola kedua" di dalam kotak penalti dari situasi bola-mati. Chelsea adalah tim besar yang akan mencari keuntungan dari setiap celah yang diperlihatkan City.

Juara bertahan memiliki rekor tandang terbaik di Barclays Premier League. Mencetak rata-rata 2.3 gol dalam setiap pertandingan bila bermain tandang, tidak ada tim yang mencatatkan penguasaan bola lebih baik ketimbang City (rata-rata 58.7%) juga tembakan per pertandingan (16.9).

David Silva dan Aguero telah berada dalam performa terbaik mereka saat bermain tandang. Silva membuat 65% dari operan kuncinya di tandang, dan telah menunjukan lebih banyak upaya tembakan ke gawang (12-7) dan giringan sukses per pertandingan (17-8).

Aguero, yang merupakan pencetak gol terbanyak City, memiliki rasio gol yang lebih baik, 75.38 menit per gol di tandang, dibandingkan dengan 93.83 di kandang sendiri. Begitu pula dengan upaya tembakan, giringan bola dan juga menciptakan lebih banyak peluang di tandang. Tampaknya semakin lawan menunjukkan ambisi yang lebih besar di kandang mereka, pasangan ini lebih menyukainya.

Dengan Hazard, Oscar dan Diego Costa di sisi lain, mudah untuk mengeksplorasi sayap kanan Chelsea, tetapi Branislav Ivanovic dan Willian telah berpadu luar biasa musim ini. Di hadapan penonton sendiri, Ivanovic telah menciptakan 16 peluang gol dalam 10 laga awal, termasuk satu assist, sementara Willian telah menghasilkan delapan operan kunci dan sebuah assist dari posisi sayap kanan. Mereka melengkapi satu sama lain, terutama ketika Willian menusuk ke dalam dan Ivanovic ikut bergabung dari luar.

Musim lalu, Chelsea mengalahkan penjagaan bek kiri City Gael Clichy. Fernando Torres mengunggulinya dengan mudah saat mengarsiteki gol pembuka bagi Chelsea, dan bukanlah menjadi suatu kejutan jika Mourinho kembali mendorong timnya untuk mengisolasi pergerakan Clichy dalam situasi 1 lawan 1 atau 2 lawan 1.

Dengan Pablo Zabaleta yang sangat tangguh di sisi sayap yang lain, Anda dapat menduga untuk Willian dan Ivanovic, juga Costa, Oscar serta Hazard akan beraksi di sayap kanan, dan mencoba untuk mematikan pergerakan Clichy semampu mereka.

Dengan begitu Jose Mourinho telah memenangkan 17 laga, bermain lima kali imbang dan belum pernah kalah melawan lima tim papan atas selama 22 pertandingannya di BPL (Manchester City, Manchester United, Arsenal, Liverpool dan Tottenham Hotspur) sebagai manajer Chelsea, Chelsea jelas difavoritkan.

Dari segi taktis, mereka telah terbiasa menyulitkan tim tamu, dan mereka yakin dapat kembali melakukannya.

Untuk melanjutkan tren baik, City mungkin akan mencoba langkah yang berani. Jika Pellegrini kembali ke formasi berlian 4-4-2 dengan lebih rapat atau 4-3-1-2, itu akan memperkuat daerah-daerah sentral dan membantu kedua pemainnya yang paling kreatif untuk mendapatkan bola.

Memadukannya dengan striker lain akan mengurangi beban Aguero, dan memberinya keleluasaan untuk menemukan posisi yang bisa mengancam, sementara Matic bisa terganggu dari tugas utamanya untuk membuntuti Silva di sektor tengah. Silva dan Aguero, ditambah penyerang tengah-kedua, akan sangat membantu.

Sang juara memiliki potensi untuk menyulitkan Chelsea, tapi untuk memberikan hasil yang mengejutkan, mereka membutuhkan kedisiplinan yang besar bila sedang tidak meguasai bola, juga sedikit permainan kreatif. Namun sejarah menunjukkan bahwa Chelsea tidak akan membuat permainan menjadi mudah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chelsea manchester city

Sumber : Premier League

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top