LIGA INGGRIS: Jelang bursa transfer, klub Inggris ketar-ketir

 
News Editor | 28 Desember 2012 22:00 WIB

 

LONDON--Kekhawatiran terhadap peraturan-peraturan Financial Fair Play (FFP) dan rendahnya nilai bursa membuat klub-klub papan atas Liga Utama Inggris akan berhati-hati ketika bursa transfer Januari dibuka pekan depan.Kedatangan periode jual beli pemain resmi membuat para manajer berkesempatan memoles tim yang mulai kelelahan ketika kompetisi telah berlangsung separuh musim, namun pada beberapa tahun terakhir sangat jarang terjadi pembelian-pembelian yang sukses pada Januari.Justru yang lebih sering terjadi adalah pembelian pemain dengan biaya besar namun tidak sukses di kemudian hari; hasilnya, kemungkinan, klub-klub panik dengan prospek memiliki tim yang tidak maksimal sampai Mei dengan sekelompok pemain yang gagal memenuhi harapan.Dua transfer paling tidak sukses di Liga Utama Inggris terjadi pada Januari 2011. Liverpool menjual Fernando Torres ke Chelsea dengan harga 50 juta pounds, di mana mereka kemudian membeli Andy Carroll dari Newcastle United dengan harga 35 juta pound. Baik Torres maupun Carroll gagal mengulangi penampilan hebat di klub-klub barunya.Si Merah juga merekrut Luis Suarez, yang menjadi salah satu penyerang paling tajam di liga, namun manajer Manchester United Alex Ferguson - yang jarang berbelanja pemain pada Januari - mengatakan ini adalah saat yang buruk untuk berbisnis."Bursa transfer Januari tidak pernah menjadi bursa transfer terbaik dan itu telah terbukti selama bertahun-tahun dengan sangat sedikitnya transfer-transfer besar terjadi," ucapnya pada awal bulan ini. "Semua transfer besar terjadi pada musim panas." Ferguson mengatakan dirinya gembira dengan timnya dan United mengungguli juara bertahan Manchester City di puncak klasemen, di mana hanya ada sedikit hal untuk dikhawatirkan, meski pertahanan Setan Merah terlihat sangat rapuh pada paruh pertama musim.Oleh karena itu kemungkinan tim-tim yang memburu United akan berupaya memaksimalkan bursa transfer musim dingin ini, namun manajer Manchester City Roberto Mancini menemukan bahwa upaya-upayanya untuk mengembangkan tim sulit diwujudkan.City berinvestasi besar-besaran untuk mendatangkan pemain baru saat mereka sukses meraih gelar liga musim lalu, namun pada musim ini para pemilik klub mencoba menyeimbangkan neraca keuangan klub.Gelandang bertahan Javi Garcia merupakan pembelian termahal, dengan nilai transfer dilaporkan sebesar 17 juta pounds saat City memboyongnya dari Benfica, namun tidak terulang pengeluaran besar-besaran di bursa transfer musim panas seperti yang terjadi pada dua tahun sebelumnya.Chelsea telah dikait-kaitkan dengan penyerang Atletico Madrid asal Kolumbia Radamel Falcao, yang memiliki klausa pelepasan di kontraknya senilai 48 juta pounds, namun mereka, seperti City, harus mewaspadai bayang-bayang FFP.Inisiatif UEFA ditujukan untuk melindungi klub-klub dari berbelanja di luar batas kemampuan mereka, dan pengumuman pekan lalu yang menyebutkan klub Spanyol Malaga yang terlilit hutang akan mendapat skorsing dari kompetisi Eropa selama satu tahun akan membuat klub-klub Inggris semakin menahan diri.Seperti biasa, Arsenal mendapat diri mereka berada dalam situasi bertahan menjelang dimulainya bursa transfer.Pembicaraan-pembicaraan dengan Theo Walcott seputar kontrak baru menemui jalan buntu dan pemain sayap Inggris itu akan bebas berbicara dengan klub-klub lain pada Januari, namun Arsene Wenger mencoba menghibur sang pemain dalam beberapa pekan terakhir dengan membiarkan dia bermain di posisi yang lebih ke tengah."Perasaan terdalam saya adalah ia merupakan milik klub ini dan saya berharap ia akan melakukannya dan menandatangani (kontrak baru) untuk kami," kata manajer Arsenal itu.Liverpool juga berniat berbelanja, dengan kemungkinan besar mendatangkan penyerang Chelsea Daniel Sturridge.Sementara itu, Newcastle United dilaporkan mengincar tambahan lain di kontingen Prancis mereka, di mana penyerang Marseille Loic Remy dan bek kanan Lille Mathieu Debuchy merupakan sebagian target yang kemungkinan akan diboyong ke Inggris.Digelarnya Piala Afrika di Afrika Selatan, yang akan menampilkan sebagian pemain Liga Utama Inggris, dapat membuat sejumlah klub memasuki bursa transfer, namun manajer Wigan Athletic Roberto Martinez memberi saran."Itu bagus untuk media dan penggemar; ini adalah jendela harapan," ucapnya kepada BBC pada awal tahun ini."Ketika beberapa hal tidak berjalan lancar, anda berpikir bahwa semuanya akan diselesaikan dan ini adalah momen kunci pada satu musim." "Pada jalan yang sama, anda harus realistis bahwa anda mendapatkan nilai yang bagus untuk uang, dan saya tidak berpikir secara normal anda melakukannya." (Antara/AFP/msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top