Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PSSI VS KPSI 12-12-12: Jelang Sidang FIFA, Kantor PSSI Dijaga Ketat

JAKARTA-Kantor PSSI yang berada di areal Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu, tetap dalam penjagaan aparat keamanan seiring adanya rencana pengambilalihan oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  16:05 WIB

JAKARTA-Kantor PSSI yang berada di areal Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu, tetap dalam penjagaan aparat keamanan seiring adanya rencana pengambilalihan oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

Hanya saja penjagaan tidak dilakukan didepan kantor federasi sepak bola Indonesia itu. Aparat dari Kepolisian Polda Metro Jaya itu hanya terlihat disekitar kantor berikut peralatan pengendali massa yang masih tertata rapi di dalam kendaraan.

Justru yang berjaga-jaga didepan Kantor PSSI adalah massa dari Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka terlibat bergerombol dipintu gerbang maupun didepan kantor PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin ini.

“Kami hanya melakukan tindakan antisipasi saja. Kami disini hanya bersiaga dengan damai," Kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PHM, Udin Mulyono.

Dengan adanya massa yang berjaga didepan Kantor PSSI, pintu utama menuju kantor federasi sepak bola Indonesia dikunci dari dalam. Hanya saja aktivitas administrasi tetap berjalan seperti biasa.

“Kantor PSSI ini milik negara, bukan milik perorangan. Jika ada pihak yang ingin mengambil alih PSSI harus melalui mekanisme yang benar. Kalau tidak, dapat dianggap perbuatan melanggar hukum,” kata pemilik klub Bontang FC itu.

Wacana pengambilalihan Kantor PSSI ini merebak kepermukaan menyusul hasil Kongres Biasa KPSI di Hotel Sultan Jakarta, Senin (10/12). Hanya saja hingga saat ini rencana itu belum terealisasi terbukti PSSI dibawah pimpinan Djohar tetap berkantor di tempat semula.

Kongres Biasa KPSI yang diklaim diikuti oleh 83 pemilik suara Kongres Luar Biasa (KLB) Solo ini selain menghasilkan wacana pengambilalihan kantor PSSI juga melakukan revisi statuta dan penyatuan kompetisi antara Indonesia Premier League (PL) dan Indonesia Super League (ISL).

Kongres yang sama juga dilakukan oleh PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin Husin, hanya saja KLB itu dilakukan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (10/12).

Ada beberapa keputusan yang dihasilkan meski KLB yang dihadiri oleh perwakilan AFC dan FIFA ini hanya berlangsung 30 menit diantaranya membatalkan Nota Kesepahaman Kuala Lumpur, pembubaran Komite Bersama PSSI-KPSI dan menerima pengembalian empat anggota Komite Eksekutif PSSI dengan syarat harus meminta maaf.

Dengan dilakukannya dua kongres ini proses penyelesaian polemik kembali mentah. Bahkan dengan kasus ini Indonesia terancam mendapatkan sanksi dari FIFA. Kasus Indonesia ini akan dibahas di Jepang, Jumat (14/12). (antara/yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top