DIEGO MENDIETA MENINGGAL: PSSI Hanya Fasilitasi Pemulangan Jenazah, Tunggakan Gaji No!

JAKARTA-Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia menolak menanggung tunggakan gaji pesepakbola Persis Solo asal Paraguay Diego Mendieta yang meninggal di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo Selasa dinihari (4/12).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Desember 2012  |  10:31 WIB

JAKARTA-Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia menolak menanggung tunggakan gaji pesepakbola Persis Solo asal Paraguay Diego Mendieta yang meninggal di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo Selasa dinihari (4/12).

PSSI menyatakan hanya bersedia memfasilitasi pemulangan jenazah Diego ke negaranya. “Kami sudah menyampaikan pernyataan duka cita ke Federasi Sepakbola Paraguay,” kata Sekjen PSSI Halim Mahfudz dalam pernyataan resmi di laman PSSI.

Dia menegaskan PSSI tidak menanggung tunggakan gaji itu karena klub yang menaungi almarhum bermain di Divisi Utama Liga Indonesia (ISL) – dibawah koordinasi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia/KPSI) -, bukan kompetisi yang dilaksanakan oleh PSSI.

“Kami hanya membantu pemulangan jenazah,” tuturnya.

Almarhum sebenarnya berniat pulang ke negaranya, namun keinginan itu tidak kunjung terlaksana hingga menghembuskan nafas terakhir karena klubnya masih berhutang gaji empat bulan sebesar US$12.500 atau setara Rp120 juta.

Pengelola Rumah Sakit Dr Moewardi Solo menyatakan kematian mantan penyerang Persis Solo Diego Mendieta disebabkan oleh virus dan jamur yang telah menyebar di tubuhnya.

“Saat dirujuk Moewardi, almarhum sudah dalam kondisi lemah,” kata Kepala Bagian Penyakit Dalam RS Dr Moewardi Solo Prof Dr Ahmad Guntur Hermawan di Solo, Selasa pagi (4/12).

Menurutnya, virus Cylomegalo terdeteksi telah menyerang mata hingga otak. Selain itu, jamur Candidiasis telah menyerang kerongkongan dan saluran pencernaan.

Dia menjelaskan virus serta jamur tersebut telah menyebabkan daya tahan tubuh pesepak bola berasal dari Paraguay tersebut terus merosot. Selain secara klinis, faktor psikologis juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan Diego.

“Almarhum sering mengeluh kesepian karena seluruh kerabatnya berada di Paraguay,” ujarnya.Dia mengemukakan Diego Mendieta dirawat di RS Moewardi sejak 27 November 2012. Persoalan administrasi dan biaya perawatan almarhum, telah dibicarakan dengan agen yang mempekerjakan Diego.

“Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudiatmo juga sudah menyelesaikan masalah administrasi keuangan rumah sakit dengan uang pribadinya”.

Mantan penyerang Persitara Jakarta Utara yang memiliki nama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero di Assuncion meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo.

Diego lahir di Paraguay, 13 Juni 1980. Diego meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang semuanya tinggal di Paraguay. Sebelumnya dikabarkan Diego belum menerima gaji sebagai haknya saat membela Persis Solo. (antara) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire/Yusran Yunus

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top