Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LA NYALA: Klub-klub ISL tak andalkan donatur

JAKARTA: Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa Ancol, La Nyalla Mattalitti, mengatakan bahwa klub-klub Indonesia Super League (ISL) tidak mengandalkan dana dari donatur, melainkan mencari sumber pemasukan sendiri sehingga wajar bila dalam perjalanannya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  08:32 WIB

JAKARTA: Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa Ancol, La Nyalla Mattalitti, mengatakan bahwa klub-klub Indonesia Super League (ISL) tidak mengandalkan dana dari donatur, melainkan mencari sumber pemasukan sendiri sehingga wajar bila dalam perjalanannya terkendala masalah."Ini yang membedakan dengan klub-klub di liga sebelah (maksudnya IPL-Red) yang pendanaannya dari konsorsium. Ketika konsorsium seret, klub-klub tersebut kurang siap," ujar La Nyalla Mattalitti ketika dikonfirmasi, Selasa malam.Hal itu dikatakan La Nyalla terkait dengan pernyataan pengurus PSSI Djohar Arifin, Bernhard Limbong, yang menyebut bahwa pangkal persoalan klub-klub yang bermasalah pendanaannya, lebih disebabkan oleh seretnya dana dari donatur.La Nyalla mengakui jika ada beberapa klub ISL yang bermasalah dengan pendanaan, terutama dalam dua-tiga bulan terakhir sehingga pembayaran gaji pemain menjadi kurang lancar. Hanya saja, tegas dia, kesulitan itu murni karena antisipasi anggaran yang kurang tepat dan bukan lantaran dana donatur seret."Tim ISL lebih profesional, tidak ada dana donatur. Hanya ada pembagian keuntungan di awal. Klub-klub bermasalah itu hanya melakukan kesalahan dalam mengantisipasi pengelolaan dan pemasukan klub," ujarnya."Mereka masih dalam proses transisi menuju level profesional. Ingat, dulu PT Liga Indonesia telah membuat `blue print` untuk menuju profesional dan hal itu membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama," lanjutnya.Dikatakannya, dari beberapa kontestan ISL 2011-2012, banyak klub yang mencari sumber pendapatan dari sponsor lokal.Sponsor tersebut kebanyakan merupakan perusahaan keuangan, perusahaan skala nasional yang berada saat asal muasal klub atau perusahaan-perusahaan pendukung yang bantuan dananya tidak terlalu besar."Meski begitu, klub juga terbantukan dari hasil penjualan tiket pertandingan. Beberapa sudah mandiri. Ini yang akan kami transfer ilmu dan pengalamannya ke klub-klub lain," ujarnya.La Nyalla menambahkan, kepemilikan klub di ISL juga dilakukan sesuai kepatuhan pada standar aturan Statuta, bahwa seorang pemilik atau pembina hanya mengelola satu klub dan tidak seluruh kontestan kompetisi menggantungkan diri di bawah kekuasaan satu badan atau lembaga seperti halnya konsorsium. (Antara/faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top