LIGA SPANYOL: LIONEL MESSI tergantung Xavi, RONALDO tergantung DiMaria

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 April 2012  |  18:53 WIB

 

PARTAI EL CLASICO sejatinya tak hanya bercerita tentang persaingan dua klub besar dengan sejarah panjang di ranah sepak bola Spanyol; Barcelona dan Real Madrid.

 

Keberadaan dua pemain terbaik dunia di klub masing-masing; Lionel Messi yang membela Blaugrana dan Cristiano Ronaldo yang berseragam Los Blancos menambah bumbu persaingan pada setiap El Clasico beberapa musim ini di Liga Spanyol.

 

Meski dua pemain itu pasti mendapatkan sorotan lebih dibandingkan dengan 20 pemain lain yang merumput di Camp Nou, menurut saya, sinar gemerlap mereka dalam pertandingan penting justru bergantung pada rekan mereka.

 

Messi amat bergantung pada penampilan Xavi Hernandez, sedangkan Ronaldo membutuhkan performa optimal dari Angel DiMaria. Tentu hal itu dengan catatan kalau Xavi dianggap fit oleh Josep Pep Guardiola dan DiMaria tidak dalam kondisi cedera sehingga dipasang oleh Jose Mourinho.

 

PERAN XAVI

 

Bermain sedikit berada di sayap kanan, Messi membutuhkan duet dari tengah-tengah lapangan yang selama ini diperankan dengan bagus oleh Xavi.

 

Pergerakan Messi menjadi lebih leluasa andai Xavi juga berada dalam top performanya. Saling tukar posisi dan umpan-umpan pendek kedua pemain pasti akan menyulitkan pemain belakang lawan.

 

Xavi yang menjadi jenderal lapangan tengah Barcelona adalah pemain dengan visi bermain yang mumpuni. Dari dia lah alur serangan Barca banyak diatur.

 

Menurut saya, Xavi lah orang yang paling mengerti—selain Messi sendiri—kapan Messi akan memulai atraksinya meliuk-liuk melewati sederet pemain belakang lawan.

 

Andres Iniesta yang sedikit berada di sisi kiri Barcelona sebenarnya juga berperan penting. Namun, karena posisinya jauh dari keberadaan Messi, kerja sama Iniesta dan Messi biasanya terjadi ketika bola sudah mendekati kotak 16 lawan.

 

Yang juga sering terjadi adalah Iniesta atau Messi saling memberikan umpan teroboson menyilang di antara mereka ketika lini pertahanan musuh dalam posisi tertekan.

 

 

Segitiga Iniesta, Xavi, dan Messi plus dukungan pemain pelengkap di tengah pada akhirnya membuat Barcelona seperti ‘tidak membutuhkan’ seorang striker dengan naluri mencetak gol.

 

Bola yang mengalir dari serangan yang mereka rancang sebelum tercetaknya gol ke gawang musuh, rata-rata adalah bola yang matang yang tinggal diteruskan menjadi gol.

 

Kembali ke Xavi. Andai pemain senior di kubu asal Catalan ini kurang apik permainannya, Messi akan seperti mesin mobil yang pincang. Larinya tidak bisa stabil.

 

Messi pun harus bekerja ekstra keras dan lebih banyak berfikir untuk menutupi kekurangan Xavi andai dia tampil kurang baik.

 

Dalam dua pertandingan terakhir yang dilakoni Barcelona; menghadapi Levante di La Liga dan Chelsea di ajang Liga Champions, Xavi, menurut saya, tidak tampil optimal sehingga harus diganti.

 

PERAN DIMARIA

 

Di kubu Real Madrid, kondisinya sedikit berbeda. Ronaldo yang berada di sayap kiri Madrid justru bergantung pada permainan seorang DiMaria yang berseberangan dengan dirinya di sayap kanan.

 

Andai DiMaria di sayap kanan tidak tampil optimal otomatis serangan yang digarap oleh Mesut Ozil dari lapangan tengah akan lebih banyak mengalir ke sayap kiri yang ditempati oleh Ronaldo.

 

Nah, di situlah persoalan muncul. Ronaldo, dalam pengamatan saya, justru kurang berkembang permainnya andai terlalu sering mendapatkan bola. Berbeda dengan Messi, skill Ronaldo lebih mengandalkan speed and power.

 

Begitu DiMaria kelihatan kurang oke, maka konsentrasi serangan Real Madrid dan konsentrasi pemain belakang musuh tentu banyak tercurah ke arah Ronaldo sebelum sampai ke kaki Karim Benzema ataupun Gonzalo Higuain.

 

Dengan begitu, Ronaldo harus berhadapan langsung dengan satu atau dua pemain belakang musuh.  Gerakan cepat Ronaldo—baik berjung pada tendangan kerasnya atau bola diumpan—akan lebih mudah ditutup lini pertahanan musuh.

 

Sebaliknya, kalau DiMaria performanya mengkilap, gerakan Ronaldo pasti akan lebih leluasa baik dengan ataupun tanpa bola.

 

Dengan begitu, Ronaldo juga akan bisa melepaskan tendangan keras jarak jauhnya yang bisa berubah menjadi gol atau memberikan umpan matang kepada rekannya.

 

Satu hal lagi, Ronaldo juga cukup ahli dalam urusan menyundul bola—lebih baik ketimbang Messi. Umpan-umpan silang terukur dari Angel DiMaria lewat udara juga bisa dimanfaatkan oleh pemain bintang dari Portugal itu.

 

Barcelona tak hanya bergantung pada segitiga Xavi, Messi, dan Iniesta. Begitu juga Madrid tidak bisa hanya mengandalkan Ronaldo, Mesut Ozil, dan DiMaria.

 

Namun, performa optimal terutama dari DiMaria dan Xavi yang berjung pada cemerlangnya penampilan Ronaldo dan Messi amat menentukan kemenangan bagi tim masing-masing. Selamat menikmati El Clasico. (eries.adlin@bisnis.co.id)

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sutan Eries Adlin

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top