LIGA CHAMPIONS: Hati-hati BARCELONA

MENJELANG PARTAI Chelsea menjamu Barcelona pada laga pertama semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, pastilah banyak pecinta bola yang menjagokan Lionel Messi dan kawan-kawan untuk menang.
News Editor | 19 April 2012 01:05 WIB

MENJELANG PARTAI Chelsea menjamu Barcelona pada laga pertama semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, pastilah banyak pecinta bola yang menjagokan Lionel Messi dan kawan-kawan untuk menang.

 

Hal itu paling tidak terbukti di pasar taruhan di mana Barcelona diunggulkan dengan memberi voor ¾ untuk Chelsea meski menjadi tuan rumah.

 

Voor ¾ itu artinya andai kedua klub bermain imbang apalagi Chelsea memenangkan pertandingan, maka petaruh yang menjagokan The Blues akan menjadi pemenang.

 

Andai Chelsea kalah dengan selisih satu gol, misalnya kedudukan akhir 1-2, 2-3, 3-4 dan seterusnya untuk Barcelona, maka petaruh yang menjagokan Chelsea hanya harus membayar setengah dari nilai taruhan.

 

Petaruh yang menjagokan Barcelona baru bisa mendapakan seluruh taruhan jika anak asuh Josep Pep Guardiola mampu menang dengan selisih dua gol.

 

Dilihat dari sisi materi pemain plus skill individu dan kolektivitas tim, Barcelona memang setengah garis di atas Chelsea.

 

Namun, Barcelona bukan tidak mungkin terjungkal atau paling tidak kesulitan untuk memenangkan pertandingan.

 

Chelsea mungkin akan meniru apa yang pernah dilakukan oleh AC Milan menghadapi Barcelona pada babak delapan besar musim ini dan juga Inter Milan ketika masih diasuh oleh Jose Mourinho pada musim 2009-2010.

 

Pelatih sementara Roberto Di Matteo, yang juga berasal dari Italia, tentu tidak mau berjudi dengan berusaha mengimbangi Barcelona lewat permainan terbuka dan cepat. Risikonya teramat besar.

 

Mungkin terlalu berlebihan kalau kita sebut Chelsea akan menerapkan sepak bola negatif pada laga Kamis dini hari ini, 19 April 2012.

 

Menurut saya, yang akan dilakukan Di Matteo adalah menumpuk beberapa pemain di kotak penalti.

 

Artinya, Chelsea akan mengutamakan pertahanan dan mengandalkan serangan balik yang cepat terutama lewat  gerakan cepat Ramires dan umpan Juan Mata.

 

Di lini depan, kalau Didier Drogba dalam kondisi fit, kemungkinan besar striker tegap asal Pantai Gading ini akan menjadi pilihan Matteo.

 

Gol indah Drogba ketika Chelsea menggulung Tottenham Hotspur 5-1 pada semifinal Piala FA membuktikan bahwa dengan satu-dua gerakan saja dia bisa mencetak gol.

 

Sekali saja Piquet, Carlos Puyol atau Javier Mascherano lepas dalam menjaga Drogba, gawang  Victor Valdes dalam bahaya besar.

 

Selain serangan balik yang cepat, Barcelona juga harus mewaspadai bola-bola mati.  Chelsea cukup berbahaya untuk urusan duel bola udara lewat sepak pojok.

 

Freekick  dari luar kotak penalty juga harus diwaspadai Puyol dan kawan-kawan. Lampard dan Drogba punya tendangan keras bola mati  yang mampu berubah menjadi gol

 

Skema peluang dari Chelsea itu baru bisa berjalan tentunya apabila pemain belakang klub asal London disiplin menjaga wilayah mereka dengan konsentrasi yang tinggi.

 

Dengan menumpuk enam sampai tujuh pemain di kotak penalti, pastinya akan menghambat pergerakan pemain Barcelona yang mengandalkan umpan pendek dari kaki ke kaki.

 

Konsentrasi berlebihan terhadap Lionel Messi bisa menjadi bumerang bagi John Terry dan kawan-kawan. Andres Iniesta, Alexis Sanchez, Xavi Hernandez, atau Pedro pemain sayap yang lain justru malah bisa menjadi pemain yang membobol gawang Petr Cech andai pemain belakang Chelsea begitu terpaku pada gerakan Messi..

 

Jadi, menurut saya, Barcelona tidak akan mudah membongkar pertahanan Chelsea, dan bukan tidak mungkin terjungkal. Kita lihat saja nanti. (eries.adlin@bisnis.co.id)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS kena pengaruh apa lagi?

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ BURSA ASIA: NIKKEI tergelincir

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

+ Spanyol menyeret EURO terus terpuruk

 

Sumber : Sutan Eries Adlin

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top