SBY: Tak perlu kecewa, masih ada laga di Jakarta

BOGOR: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar jangan salah menyalahkan atas kekalahan timnas dengan skor 3:0 melawan Malaysia di laga pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
News Editor | 27 Desember 2010 02:17 WIB

BOGOR: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar jangan salah menyalahkan atas kekalahan timnas dengan skor 3:0 melawan Malaysia di laga pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Meskipun Ibu Negara Ani Yudhoyono menampakkan ekspresi kecewa dan terdiam atas kekalahan timnas  Yudhoyono mengatakan, "Tidak perlu berkecil hati dan salah menyalahkan. Timnas pasti ingin memberikan yang terbaik. Masih ada pertandingan di Jakarta."

Presiden mengatakan hal itu seusai menonton pertandingan tersebut di kediamannya di Cikeas, Bogor, tadi malam. Pada kesempatan itu, SBY mengenakan kostum Indonesia bernomor punggung 9, dengan label SBY. Kostum nomor 9 adalah seragam kebanggaan Christiano Gonzales.

Kepala Negara mengharapkan agar masyarakat terus memberikan dukungan kepada timnas agar bisa menang dengan skor lebih besar di Gelora Bung Karno pada 29 Desember.

Dalam hal ini, Presiden meminta rakyat Indonesia untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan tidak menganggu pemain di lapangan. "Kalau jadi penonton jangan tiru Malaysia menganggu pemain," katanya.

Pemain Indonesia terlihat sempat diganggu dengan sinar laser yang ditembakan penonton di Stadion Bukit Jalil. Gonzales dan Markus, penyerang dan kiper timnas paling banyak diserang dengan sinar laser tersebut, yang menyebabkan pertandingan sempat terhenti.

Permainan timnas menurun drastis pasca memprotes sinar laser pada babak kedua yang dimotori oleh Markus yang terus diserang sinar itu saat mengamankan gawangnya.

Saat pertandingan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menelepon Menpora Andi Malarangeng untuk melakukan protes resmi atas gangguan sinar laser terhadap pemain nasional tersebut.

Kepala Negara menelpon Menpora pada saat laga babak pertama tengah berlangsung. Di lapangan, pada babak kedua, Pelatih timnas Alfred Riedle melakukan protes kepada wasit sehingga pertandingan sempat terhenti.

Pada acara nonton bareng di Cikeas itu,  Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Pariwisata Jero Wacik, Mendiknas Muhammad Nuh, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.

Lokasi nonton bareng yang berada di depan pendapa kediaman Presiden dipenuhi masyarakat dari berbagai unsur untuk menyaksikan pertandingan melalui layar lebar.

Pihak Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) juga menyediakan layar lebar bagi masyarakat umum di lapangan terbuka di depan komplek Puri Cikeas yang berada di sebelah kanan pintu gerbang perumahan yang banyak dihuni para perwira tinggi TNI tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top