Marc Bartra Keluar Rumah Sakit, Bom Milik Tentara

Peledak dalam serangan terhadap bus Borussia Dortmund mungkin milik angkatan bersenjata Jerman.
Newswire | 16 April 2017 06:26 WIB
Suasana sesaat setelah terjadi ledakan yang menyerang bus para pemain Borussia Dortmund pada Rabu dini hari WIB (12/4/2017) dan melukai Marc Bartra. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Peledak dalam serangan terhadap bus tim sepak bola Borussia Dortmund mungkin milik angkatan bersenjata Jerman, kata surat kabar mengutip sumber dalam penyelidikan atas perkara itu pada Sabtu (15/4/2017).

Belum jelas siapa melakukan serangan pada Rau dini hari WIB (12/4/2017) itu.

Jaksa Jerman meragukan keaslian surat yang menunjukkan pegaris keras berada di balik serangan itu dan surat kabar Bild mengutip keterangan penyidik, yang menyatakan perusuh sayap kanan mungkin yang bertanggung jawab.

"Bahan peledak di bom pipa itu, yang dipenuhi jarum logam, mungkin berasal dari cadangan angkatan bersenjata Jerman tapi itu masih diselidiki," kata surat kabar Welt am Sonntag mengutip sumber dalam penyelidikan.

Sumber tersebut juga menyatakan pengetahuan khusus diperlukan untuk menggunakan pemicu milik tentara, yang tidak mudah diperoleh. Juru bicara kejaksaan pusat menolak menanggapi laporan itu.

Bus itu menuju stadion mereka untuk pertandingan Liga Champions Eropa melawan klub Ligue 1 Prancis AS Monaco ketika tiga ledakan terjadi, melukai bek asal Spanyol Marc Bartra dan menunda sehari pertandingan itu. Dortmund pada Sabtu di Twitter menyatakan Bartra sudah keluar dari rumah sakit.

Welt am Sonntag menyatakan polisi menduga terjadi serangan lanjutan, dengan mengutip naskah kiriman ke markas polisi daerah, yang menyatakan pertandingan sepak bola, pergelaran musik rock dan acara kebudayaan sangat terancam.

Sumber : Antara

Tag : liga champions, dortmund
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top