PSSI: FIFA Merespons Positif 5 Pergantian Pemain

PSSI menyatakan secara informal FIFA menanggapi positif kebijakan lima pergantian pemain yang akan diterapkan di Liga 1.
Newswire | 12 April 2017 21:12 WIB
Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan secara informal Federation Internationale de Football Association (FIFA) menanggapi positif kebijakan lima pergantian pemain yang akan diterapkan di Liga 1.

Menurut Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Jakarta pada Rabu (12/4/2017), FIFA menganggap itu terobosan dalam pengembangan sepak bola Indonesia.

PSSI sudah mengajukan surat resmi kepada FIFA terkait dengan kebijakan tersebut beberapa waktu lalu. "Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari kedepan ada balasan resmi dari FIFA," ujarnya

Peraturan baru Liga 1 yang mempersilakan setiap tim melakukan paling banyak lima kali pergantian pemain menjadi isu hangat menjelang bergulirnya kompetisi tertinggi di Indonesia itu.

Pasalnya, Laws of The Game FIFA hanya memperbolehkan tiga kali pergantian dalam kompetisi tertinggi di suatu negera. Jika hal itu disetujui, Indonesia menjadi yang pertama menerapkannya.

Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebelumnya menyatakan kebijakan lima pergantian pemain diambil demi memuluskan regenerasi pemain. Sebab, Liga 1 mengharuskan setiap klub mengontrak lima pemain U-23 dan memainkan tiga orang di antaranya sejak awal laga selama setidaknya 45 menit.

Demi memfasilitasi kebijakan itu, tim-tim di Liga 1 juga dipersilakan menyertakan 20 pemain dalam skuad, lebih banyak dua orang dari peraturan liga sebelumnya.

Menurut Joko Driyono, regulasi Liga 1 seperti itu memang membuat klub harus berpikir keras bagaimana bisa menurunkan skuat termumpuni.

"Jadi misalnya, di pertandingan, sebuah tim menurunkan empat pemain asingnya sesuai aturan Liga 1, yaitu dua non-Asia, satu Asia dan satu marquee player. Jumlah itu menjadi lima orang ditambah penjaga gawang, kemudian ditambah lagi tiga pemain U-23. Artinya tim tersebut hanya memiliki tiga tempat kosong yang diperebutkan pemain terbaik. Kalau cuma tiga kali pergantian akan sulit," kata Joko.

Lagipula, lanjut dia, FIFA beberapa kali menunjukkan keluwesan penerapan kebijakan yang tidak diatur dalam Laws of The Game seperti water break.

Walau tidak tertera dalam aturan, water break yang dilakukan selama tiga menit dalam pertandingan itu sudah lazim diterapkan terutama di negara beriklim tropis dengan alasan melindungi kesehatan atlet.

"Artinya FIFA tidak tertutup terhadap inovasi. PSSI meminta lima pergantian pemain dengan alasan yang jelas, tidak asal-asal. Secara informal FIFA pun menilai kebijakan tersebut tidak sekadar Laws of The Game tetapi juga tentang pengembangan sepak bola," tutur Joko.

Sumber : Antara

Tag : pssi, Liga 1
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top